Apa itu restart, reset, dan restore

Restart, reset, soft reset, hard reset, reboot, dan restore adalah istilah-istilah yang cukup sering membuat orang-orang bingung. Karena istilahnya yang mirip-mirip, orang-orang sering mempertukarkan beberapa istilah tersebut, padahal sebenarnya tidak semuanya memiliki arti yang sama. Untuk itu mari kita bahas arti dan perbedaannya biar orang-orang yang baca artikel ini bisa dengan mudah paham dengan apa yang dimaksud oleh artikel-artikel atau video-video tutorial di Internet.

Sebagai catatan, pembahasan ini dikhususkan untuk platform iOS saja (iPhone, iPad, dan iPod touch). Istilah-istilah yang disebutkan di sini mungkin saja bermakna lain pada platform lain.

Reboot, restart, dan soft reset

Reboot, restart, dan soft reset memiliki arti yang sama, yaitu memulai ulang perangkat (iPhone, iPad, atau iPod touch). Memulai ulang berarti mematikan perangkat lalu menyalakannya kembali. Melakukan reboot/restart adalah langkah pertama yang umum dilakukan untuk penyelesaian masalah-masalah ringan yang muncul. Reboot, restart, atau soft reset tidak akan menghilangkan data-data pengguna.

Force restart, force reboot, atau hard reset

Force restart, force reboot, dan hard reset memiliki arti yang sama, yaitu memulai ulang perangkat namun dengan cara paksa. Force restart dan hard reset dilakukan dengan cara menekan kombinasi tombol tertentu pada perangkat yang kemudian akan memaksa perangkat memulai ulang seluruh sistem sehingga diharapkan perangkat bisa normal kembali.

Cara ini biasanya dilakukan ketika perangkat masih nyala tetapi layarnya tidak merespon sentuhan. Atau, bisa juga dilakukan ketika perangkat belum menyala dengan sempurna (masih loading) tetapi macet atau berhenti secara tiba-tiba.

Force restart dan hard reset adalah teknik pemecahan masalah tingkat lanjut, biasanya hanya dilakukan ketika perangkat mengalami masalah yang tidak bisa diatasi dengan melakukan restart/reset biasa.

Sama halnya dengan reboot, restart, atau soft reset, –force restart atau hard reset masih aman dilakukan karena tidak akan menghilangkan data-data pengguna.

Baca juga: Cara restart iPhone dengan paksa

Erase (all content) atau factory reset

Erase all content, erase data atau wipe data adalah langkah me-reset perangkat ke pengaturan pabrik. Erase data atau factory reset berarti menghapus semua data dan informasi yang ada pada perangkat sehingga isinya kembali ke pengaturan pabrik, sama seperti pada saat baru dibeli. Proses ini dijalankan langsung dari menu di Pengaturan di perangkat, jadi hanya bisa dilakukan ketika perangkatnya masih bisa nyala dengan normal.

Restore atau restore ulang

Restore bisa berarti dua hal yang berbeda, yaitu:

  1. Memulihkan, mengembalikan, atau memasukkan kembali hasil backup-an data-data pengguna ke perangkat. Hasil backup asalnya bisa dari lokal (iTunes) atau dari iCloud.
  2. Meng-install ulang iOS pada perangkat dengan bantuan iTunes dan file IPSW. Sering disebut sebagai “restore ulang”.

Penggunaan istilah restore untuk “mengembalikan data” dan restore untuk “restore ulang” bisa dibedakan dari konteks pembicaraan/tulisan. Biasanya, ketika membahas hal-hal seputar troubleshooting atau pemecahan masalah yang agak berat pada sebuah perangkat, “restore” akan merujuk ke “restore ulang”. Sedangkan ketika membahas hal-hal seputar proses update, upgrade atau tahap-tahap pasca upgrade iOS, maka “restore” akan merujuk ke “mengembalikan data”.

Restore (atau “restore data”) umumnya dilakukan ketika:

  • Pengguna memiliki sebuah perangkat baru dan mau memasukkan data-data dari perangkat lama yang sudah di-backup ke iCloud (atau dari iTunes) ke perangkat yang baru.
  • Pengguna baru saja melakukan melakukan erase data atau factory reset pada perangkatnya dan mau mengembalikan data-data lama yang sudah di-backup sebelumnya.

Restore ulang umumnya dilakukan ketika:

  • Perangkat bermasalah dan tidak bisa diatasi dengan cara-cara standar seperti restart normal atau pun force restart. Misalnya freeze/hang dalam waktu yang lama, proses booting berhenti tiba-tiba dan tidak selesai, atau proses booting terjadi secara berulang-ulang tanpa akhir (bootloop).
  • Kinerja perangkat sangat menurun dan aplikasi atau data-data di dalamnya terlalu banyak untuk dihapus.
  • Ketika perangkat menjadi cepat panas ketika digunakan dan baterai cepat menurun.

Baca juga: Cara restore iPhone, iPad, atau iPod touch di PC

Flashing

Flash atau Flashing, atau di-flash pada dasarnya sama dengan restore (restore ulang), yaitu meng-install ulang iOS atau iPadOS pada pada iPhone, iPad, atau iPod touch.

Clean restore

Biasanya, pengguna yang baru saja selesai melakukan restore ulang pada perangkatnya menginginkan data-data lamanya dikembalikan lagi supaya perangkatnya bisa digunakan kembali seperti sebelumnya. Tapi terkadang proses restore data justru membuat perangkat yang sudah fresh menjadi bermasalah (atau kembali bermasalah). Ini bisa saja terjadi kalau sumber masalah ada pada aplikasi bermasalah atau konfigurasi sistem yang bermasalah dan ikut ter-backup lalu dikembalikan ke perangkat yang normal. Untuk mencegah hal ini terjadi, proses restore ulang harus dilakukan secara clean.

Clean restore berarti melakukan restore ulang pada perangkat tanpa melakukan restore data. Artinya, perangkat yang baru selesai di-restore ulang tersebut langsung digunakan penggunanya tanpa memasukkan data-data yang lama.

Respring

SpringBoard adalah komponen utama yang menampilkan GUI/antarmuka dari iOS/iPadOS seperti Home screen, status bar, ikon-ikon, folder, dock, dan notifikasi. Respring berarti “restart SpringBoard”, yaitu kondisi ketika seluruh antarmuka iOS/iPadOS (bukan seluruh sistem) dimuat ulang.

Respring jarang dilakukan secara manual oleh pengguna karena mekanismenya biasanya terjadi otomatis oleh sistem atau hanya ketika fiturnya diakses setelah perangkat di-jailbreak. Tapi kalau Anda pernah melihat perangkat Anda aplikasinya tertutup sendiri dan layarnya hitam dan muncul ikon loading di tengah layar, maka kemungkinan besar perangkat Anda baru saja respring.